
Padang, humas – Tercatat sebanyak 1.425 orang siswa MAN 2 Kota Padang mengikuti ujian Penilaian Tengah Semester (PTS) Semester 1 tahun pelajaran 2022/2023.
PTS dilaksanakan di Kampus MAN 2 Kota Padang jln. Gajah Mada No.100 Gunung Pangilun Padang dan akan berlangsung dari 26 September hingga 07 Oktober 2022 mendatang.
“Ada 1.425 siswa yang ikut PTS, terdiri dari kelas XII berjumlah 416 orang, kelas XI 546 orang dan kelas X berjumlah 463 orang,”kata Yuliasman wakil kepala bidang akademik, Senin (26/09/2022) diruang kerjanya.
Menurut Yuliasman, siswa yang bisa ikut PTS adalah siswa yang sudah menuntaskan nilai harian dan kehadiran minimal 90 persen berdasarkan buku satu atau tata tertib yang ditetapkan madrasah.
Ditambahkannya, masing-masing siswa diwajibkan membawa hp android sebagai alat bagi siswa untuk dapat mengakses soal- soal yang sudah disediakan pada aplikasi fly exam.
“Tidak dibenarkan pakai HP iPhone, bila pakai HP tersebut, maka akan menyebabkan tidak terkoneksi dengan aplikasi,” sambung Yuliasman.
Sementara itu, Akhri Meinhardi, kepala MAN 2 Padang mengatakan, ujian PTS digelar untuk mengukur sejauh mana penguasaan dan pencapaian siswa terhadap materi pelajaran yang telah diajarkan selama 3 bulan terakhir.
Selain itu, kata Akhri Meinhardi, PTS juga sebagai alat untuk mengevaluasi kemampuan guru dalam memilih gaya atau metode mengajar.
“Mungkin metode itu kurang tepat, karena setiap metode yang diterapkan itu berbeda antar jurusan IPA, IPS dan IPK,” ujar Akhri Meinhardi.
Ditekankannya, bila masih ada guru menggunakan metode yang sama untuk mengajar pada semua jenjang jurusan, berarti perlu dievaluasi kedepannya.
Akhri Meinhardi meminta pengawas ujian PTS agar melakukan tugasnya secara bertanggung dan profesional, tanpa keseriusan pengawas, maka mustahil bagi guru mampu mengukur kemampuan siswa.
“Serius dan jangan melakukan kegiatan lain seperti baca koran atau main hp, fokus kepada anak sehingga mereka betul betul merasa diuji,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Akhri Meinhardi menekankan agar pengawas bersikap adil dalam melakukan pengawasan, jangan karena kelalaian pengawas sehingga muncul kecurangan, yang mengakibatkan anak yang tidak belajar sama nilainya dengan siswa yang serius belajar.
Penulis : ArulDp
Editor : WR