Selasa, 10 Feb 2026
  • Ahlan Wa Sahlan di Website MAN 2 KOTA PADANG Menuju Zona Integritas (Bersih dari korupsi, Santun Melayani, Maju dalam inovasi) NO SUAP-NO KORUPSI NO GRATIFIKASI - PELAYANAN PRIMA

Mengenal Diri Meraih Prestasi

Oleh: Zulfikri, S.Pd.I., M.A(Guru PAI MAN 2 Kota Padang)

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2022 mengisyaratkan jumlah penduduk bumi saat ini menembus 8 (delapan) miliar. 5 (lima) negara pertama yang menyumbang penduduk terbesar adalah Tiongkok (1,45 miliar orang), India (1,41 miliar orang), Amerika Serikat (335,67 juta orang), Indonesia (280,56 juta orang), dan Pakistan (231, 56 juta orang).

Jika digabungkan dengan populasi manusia sejak Nabi Adam a.s diciptakan tentu akan lebih banyak lagi kuantitasmya. Akan tetapi ajaibnya tidak ada dua manusia yang sama dalam hal apapun di atas dunia ini. Semuanya memiliki perbedaan antara satu sama lain, bahkan mereka yang kembar siam sekalipun.

Demikianlah Allah SWT menciptakan makhluk-Nya yang bernama manusia, diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa sehingga dengan begitu mereka dapat saling mengenal satu sama lain (QS. Al-Hujurat [49]: 13). يَأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا…Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal…

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa keberadaan orang lain di sekitarnya. Seorang milioner sekalipun tidak akan bisa hidup tanpa petani sebagai supplayer makanan, dokter yang melayani bidang kesehatan dan juga para pekerja kuli bangunan; dan bahkan pimpinan sekalipun pada suatu instansi dan lembaga tidak ada artinya tanpa keberadaan karyawan di lingkungan tempat kerjanya. Antara satu sama lain pasti akan saling membutuhkan agar hidupnya tetap survive.

Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah kecuali orang yang memiliki kualitas takwa yang terbaik. Allah tidak memandang seberapa bagus bentuk fisik dan seberapa cantik dan tampan rupa seseorang, akan tetapi Allah memandang apa yang tersirat di hati hamba-hamba-Nya.

Oleh karena itu pula dalam syari’at Islam manusia dituntut senantiasa berperilaku baik dan saling support, tidak menghina, tidak membully, senantiasa berprasangka baik, dan yang paling penting adalah mengakui bahwa setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Seperti dikatakan dalam sebuah pepatah: لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ“Janganlah kamu menghina (merendahkan) orang lain, karena setiap orang itu pasti ada keistimewaannya”.

Sebaliknya, manusia harus berupaya saling mengenal, baik kelebihan maupun kekurangan diri sendiri maupun orang lain. Mengenal kelebihan diri bukan berarti kita dapat bersikap angkuh dan sombong terhadap orang lain, dan mengenal kekurangan diri bukan pula kita harus bersikap pesimis dan fatalistis dalam hidup.

Begitu pula halnya mengenal kelebihan orang lain, mestinya dapat menjadi sebuah motivasi untuk berbuat yang terbaik, sedangkan mengenal kekurangan orang lain mestinya menjadi ladang untuk bersyukur atas kelebihan yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita.

Pesan yang hendak disampaikan melalui tulisan ini adalah bahwa manusia tidak luput dari keterbatasan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna di atas bumi ini karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Galilah potensi apa saja yang ada dalam diri kita untuk meraih prestasi, baik prestasi di dunia dan utamanya prestasi untuk kehidupan di akhirat kelak (dig potency to get achievement).Wallahu A’lamu Bish Shawab

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR