Kamis, 05 Mar 2026
  • Ahlan Wa Sahlan di Website MAN 2 KOTA PADANG Menuju Zona Integritas (Bersih dari korupsi, Santun Melayani, Maju dalam inovasi) NO SUAP-NO KORUPSI NO GRATIFIKASI - PELAYANAN PRIMA

14 ASN MAN 2 Padang Terima Satyalancana Karya Satya dari Presiden

Padang, Humas – Sebanyak 14 aparatur sipil negara (ASN) MAN 2 Padang yang terdiri atas 13 pendidik dan satu tenaga kependidikan menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut diberikan atas pengabdian puluhan tahun di bidang pendidikan.

Dari jumlah tersebut, tujuh guru menerima tanda kehormatan untuk masa pengabdian 30 tahun, sementara enam guru dan satu tenaga kependidikan menerima penghargaan untuk masa pengabdian 20 tahun. Para penerima berasal dari berbagai bidang studi dan unsur tenaga kependidikan madrasah.

Guru penerima Satyalancana 30 tahun pengabdian yakni Betty Revita (Kimia), Peragulowati (Bimbingan Konseling), Sastila Murni (Bahasa Inggris), Hermitati (Biologi), Yuhelma (Bahasa Indonesia), Gusmayenti (Fisika), dan Nofriyendri (Matematika).

Sementara penerima Satyalancana 20 tahun adalah Yanti Efida (Biologi), Lendrahayu (Kimia), Dedia Roni (Biologi), Tismawati (Al-Qur’an Hadis), Beta Maria (Kimia), Roli Yandri (Bahasa Arab), serta Arisman selaku Kepala Tata Usaha.

Penyematan tanda kehormatan dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Edy Oktafiandi, dalam upacara bendera yang digelar di halaman Kantor Kemenag Kota Padang, Senin (19/1/2026).

Kepala MAN 2 Padang, Ahmad Asdi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai, jumlah penerima Satyalancana dari madrasahnya menjadi yang terbanyak dan mencerminkan dedikasi pengabdian para guru dan tenaga kependidikan.

“Ini merupakan capaian yang patut disyukuri. Jumlah penerima terbanyak berasal dari MAN 2 Padang. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus kenang-kenangan berharga bagi para penerima,” ujar Asdi.

Ia menambahkan, Satyalancana Karya Satya bukan penghargaan yang mudah diperoleh karena melalui proses penilaian yang ketat dan berjenjang, sehingga hanya diberikan kepada aparatur yang memenuhi syarat pengabdian dan penilaian kinerja.

“Untuk memperoleh ini tidak gampang. Ini adalah prestasi, karena tidak semua orang bisa mendapatkannya. Ke depan, kami akan terus mendukung dan menyiapkan agar semakin banyak warga madrasah yang layak menerima penghargaan serupa,” kata dia.

Pewarta: ArulDp | Editor: Wenny)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR